Pengolahan lahan secara organik
Pertama-tama bajak atau balik tanah
sedalam 20-30 cm. Pada kondisi tanah dengan pH kurang dari 6 berikan kapur
dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar, tergantung keasaman tanah. Campurkan
dengan tanah dan diamkan selama 1-2 minggu.
Buat bedengan dengan lebar 1 meter
tinggi 20-30 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan. Buat jarak antar bedengan 30
cm. Tutup bedengan dengan mulsa plastik. Kegunaan mulsa plastik untuk
mempertahankan kelembaban tanah, karena mentimun lebih baik ditanam di musim
kemarau yang penyinarannya penuh. Namun, zona perakaran untuk mentimun harus
tetap dijaga kelembabannya.
Buatlah lubang tanam pada permukaan
mulsa dengan diameter 10 cm, setiap bedengan dua baris lubang tanam. Jarak
antar lubang tanam dalam satu baris 40 cm dan jarak antar baris 50-60 cm.
Berikan pupuk kandang, lebih baik
campuran antara kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi 1:1. Cara
pemberian pupuk bisa ditebar dalam bedengan kemudian diaduk dengan tanah, atau
diletakan pada lubang tanam. Letakan pupuk sebanyak 0,5-1 kg pada setiap lubang
tanam. Total kebutuhan pupuk untuk satu hektar 20-30 ton. Setelah diberi pupuk
biarkan lahan selama 1-2 minggu.
Penanaman benih mentimun
Tanamlah biji yang telah bertunas, yang
telah disiapkan dengan cara yang sudah diuraikan di atas. Masukkan
masing-masing satu biji kedalam lubang tanam kemudian tutup dengan tanah. Siram
setiap pagi dan sore hari. Setelah 2 hari biasanya benih yang ditanam sudah
mulai tumbuh dan bertunas agak lebih tinggi.
Perawatan budidaya mentimun
Pada umur 3-4 hari setelah tanam lakukan
pengontrolan tanaman, kemudian segera sulam apabila ada tanaman yang mati atau
gagal tumbuh dengan benih baru. Bersihkan gulma di sekitar are atanam. Pada
umur 2 minggu setelah tanam, biasanya daun sudah mulai muncul. Berikan pupuk tambahan
berupa pupuk cair.
Pupuk cair dibuat dari kotoran kambing
yang telah matang dicampur dengan air. Komposisi campuran 1 kg kotoran kambing
dengan 1 liter air. Campuran tersebut harus didiamkan terlebih dahulu selama
satu minggu. Berikan pupuk cair dengan cara menyiramkannya pada setiap lubang
tanam. Kebutuhan pupuk cair adalah 1 liter per meter persegi.
Untuk
mendapatkan buah yang baik, sebaiknya pasang lenjer atau turus terbuat dari
bambu. Pasang satu lenjer bambu untuk setiap lubang tanam lalu ikatkan setiap
empat lenjer bambu pada ujung atasnya. Bantu tanaman untuk melilit atau
memanjat pada bambu tersebut.
Pengendalian hama dan penyakit
Beberapa
penyakit dan hama yang menyerang mentimu diantaranya dikenal dengan istilah
cacantal atau oteng-oteng. Hama ini menyerang daun dan bisa menyebabkan
kematian pada tanaman. Selain itu, hama yang kerap menyerang mentimun adalah
ulat tanah. Hama ini biasanya menyerang batang yang menjadi pangkal keluarnya
daun atau buah. Kedua hama ini bisa dikendalikan dengan menggunakan
biopestisida yang terbuat dari ekstrak kipait dan gadung yang dicampur dengan
air kencing kelinci.
Penyakit yang
menyerang budidaya mentimun adalah busuk daun, tepung putih, antraknosa, bercak
daun dan busuk buah. Penyakit ini bisa dikendalikan secara kultur teknis berupa
rotasi tanaman dan pembuangan bagian tanaman yang terkena penyakit.
Panen budidaya mentimun
Buah mentimun hasil panen, siap dipasarkan. (foto:
titispw)
Mentimun mulai
berbunga pada 20 hari setelah tanam dan berbuah setelah 40 hari. Panen pertama
budidaya mentimun biasanya dilakukan setelah 75 hari. Pemanenan dilakukan
secara bertahap selama 1-1,5 bulan. Panen bisa dilakukan setiap hari, umumnya
bisa dipetik 1-2 buah per tanaman.
Produksi buah
mentimun yang baik bisa mencapai 30 ton per hektar. Mentimun hasil panen harus
diletakkan di tempat sejuk karena buah mentimun akan cepat kehilangan kandungan
air. Setelah dipanen, biasanya mentimun di pack dalam tempat yang mempunyai
sirkulasi udara atau dimasukkan karung untuk dijual ke pasar.
menanam timun, cara menanam timun, smkn 3 bengkulu tengah, smkn 3 benteng, smk negeri 3 bengkulu tengah, smk negeri 3 benteng, bengkulu tengah








Tidak ada komentar:
Posting Komentar