Jumat, 11 Agustus 2023

KRONOLOGIS SEJARAH KEJAHATAN PKI

 *Sejarah Singkat PKI.... Berikut kiriman WA dari pak Ginanjar Kartasasmita ttg PKI:*


Assalamu alaikum wr wb.. Bpk/Ibu/Adik2 yg lahir setelah th.1965.


Sejarah masa lalu mdh2an tdk terulang lagi. Agak panjang ceritanya, ttp menarik utk disimak :


"JASMERAH"


(JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN/MENINGGALKAN SEJARAH)


Data kronologis melengkapi tulisan ttg PKI


PKI: TAHUN 1945 s/d 1965


Bismillaah Wal Hamdulillaah...

Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah...


A. KRONOLOGIS


1. Tanggal 8 Oktober 1945: Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).


2. Medio Oktober 1945: AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil meneror, menangkap, dan membunuh sejumlah Pejabat Pemerintah di Tegal.


3. Tanggal 17 Oktober 1945: Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yg terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.


4. Tanggal 18 Oktober 1945: Badan Direktorium Dewan Pusat yg dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yg diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.


5. Tanggal 21 Oktober 1945: PKI dibangun kembali secara terbuka.


6. Tanggal 4 November 1945: API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yg meliputi Brebes, Tegal, dan Pemalang.


7. Tanggal 9 Desember 1945: PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak R. Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak.


8. Tanggal 12 Desember 1945: Ubel-Ubel Mauk yg dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Otto Iskandar Dinata.


9. Tanggal 12 Februari 1946: PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.


10. Tanggal 14 Februari 1946: TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.


11. Tanggal 3 - 9 Maret 1946: PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura, membunuh Sultan bersama keluarganya, dan menjarah harta kekayaannya.


12. Tahun 1947: Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.


13. Tanggal 17 Januari 1948: PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.


14. Tanggal 23 Januari 1948: Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.


15. Bulan Januari 1948: PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yg dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.


16. Tanggal 29 Mei 1948: M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk dibersihkan dari unsur-unsur PKI.


17. Bulan Mei 1948: Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.


18. Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948: PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong Pemerintah RI.


19. Tanggal 11 Agustus 1948: Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN Aidit, MH Lukman, dan Nyoto.


20. Tanggal 13 Agustus 1948: Muso yg bertemu Presiden Soekarno diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi. Namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.


21. Tanggal 19 Agustus 1948: PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.


22. Tanggal 26 – 27 Agustus 1948: Konferensi PKI


23. Tanggal 31 Agustus 1948: FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.


24. Tanggal 5 September 1948: Muso dan PKI-nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.


25. Tanggal 10 September 1948: Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.


26. Medio September 1948: Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.


27. Tanggal 13 September 1948: Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.


28. Tanggal 17 September 1948: PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.


29. Tanggal 18 September 1948: Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifuddin Harahap sebagai Perdana Menteri.


30. Tanggal 19 September 1948: Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, pecah perang di Madiun: Divisi I Siliwangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat


31. Tanggal 19 September 1948: PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang, dan Cepu, serta kota-kota lainnya.


32. Tanggal 20 September 1948: PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.


33. Tanggal 21 September 1948: PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr.Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya, yaitu Dr.Susanto, Abu Umar, dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.


34. Tanggal 18 – 21 September 1948: PKI menciptakan 2 (dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai:


a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.

b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.

c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.

d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.

e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.

f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.

g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.

h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan

i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.


35. Tanggal 30 September 1948: Panglima Besar Jenderal Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yg lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yg terdiri dari TNI, Polisi, Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama, serta Santri.


36. Tanggal 4 Oktober 1948: PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri – Jawa Tengah.


37. Tanggal 30 Oktober 1948: Para pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, adalah Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.


38. Tanggal 31 Oktober 1948: Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).


39. Akhir November 1948: Seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yg semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain: Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.


40. Tanggal 19 Desember 1948: Agresi Militer Belanda II ke Yogyakarta.


41. Tahun 1949: PKI tetap tidak dilarang; sehingga tahun 1949 dilakukan rekonstruksi PKI, dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.


42. Awal Januari 1950: Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yg semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.


43. Tahun 1950: PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.


44. Tanggal 6 Agustus 1951: Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.


45. Tahun 1951: Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno; sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.


46. Tahun 1955: PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.


47. Tanggal 8 – 11 September 1957: Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.


48. Tahun 1958: Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat; karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI


49. Tanggal 15 Februari 1958: Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.


50. Tanggal 11 Juli 1958: DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.


51. Bulan Agustus 1959: TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.


52. Tahun 1960: Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.


53. Tanggal 17 Agustus 1960: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.


54. Pertengahan Tahun 1960: Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.


55. Bulan Maret 1962: PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno. DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.


56. Bulan April 1962: Kongres PKI.


57. Tahun 1963: PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.


58. Tanggal 10 Juli 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.


59. Tahun 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain: KH. Buya Hamka, KH. Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.


60. Bulan Desember 1964: Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.


61. Tanggal 6 Januari 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI


62. Tanggal 13 Januari 1965: Dua

sayap PKI, yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.


63. Awal Tahun 1965: PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain: SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat), dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).


64. Tanggal 14 Mei 1965: Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI, dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.


65. Bulan Juli 1965: PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.


66. Tanggal 21 September 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.


67. Tanggal 30 September 1965 pagi: Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.


68. Tanggal 30 September 1965 malam: Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh):


a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.


b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.


c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.


d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.


e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yg membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu: Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.


f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain:


- Angkatan Darat: Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo, dan Kolonel  A. Latief


- Angkatan Laut: Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi, dan Komodor Laut Soenardi


- Angakatan Udara: Men / Pangau Laksdya Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo, dan Mayor Udara Sujono


- Kepolisian: Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.


69. Tanggal 1 Oktober 1965: PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil alih kekuasaan.


70. Tanggal 2 Oktober 1965: Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal, dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.


71. Tanggal 6 Oktober 1965: Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.


72. Tanggal 13 Oktober 1965: Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.


73. Tanggal 18 Oktober 1965: PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yg dibantai, dan ada beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Peristiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.


74. Tanggal 19 Oktober 1965: Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.


75. Tanggal 11 November 1965: PNI dan PKI bentrok di Bali.


76. Tanggal 22 November 1965: DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.


77. Bulan Desember 1965: Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.


78. Tanggal 11 Maret 1966: Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.


79. Tanggal 12 Maret 1966: Soeharto melarang secara resmi PKI.


80. Bulan April 1966: Soeharto melarang Serikat Buruh pro PKI yaitu SOBSI.


81. Tanggal 13 Februari 1966: Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan, ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”


82. Tanggal 5 Juli 1966: Terbit TAP MPRS No.XXV th.1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme, dan Leninisme.


83. Bulan Desember 1966: Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.


84. Tahun 1967: Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan  , dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.


85. Bulan Maret 1968: Kaum Tani PKI di selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.

86. Pertengahan 1968: TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.


87. Dari tahun 1968 s/d 1998: Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV th.1966.


88. Dari tahun 1998 s/d 2015: Pasca Reformasi 1998 pimpinan dan anggota PKI yg dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini  mereka merajalela melakukan aneka gerakan pemutarbalikan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN.


Semoga kita semua Waspada terhadap kebangkitan PKI. Aamiin yaa robbal 'alamien.


*share*..*****

Kamis, 20 Juli 2023

KUNJUNGAN BAPAK PRESIDEN RI DAN IBU NEGARA KE SMKN 2 BENGKULU TENGAH

 Kunjungan Bapak Presiden RI dan ibu Negara ke SMKN 2 Bengkulu Tengah, Desa Srikaton, Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah

Kamis, 20 Juli 20223






















Selasa, 18 Juli 2023

SMKN 3 BENGKULU TENGAH GRATIS SAMPAI TAMAT


















 SMKN 3 Bengkulu Tengah yang viral sebagai sekolah Gratis Sampai Tamat telah berdiri sejak tahun 2014 yang terletak di Desa Talang Tengah, Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah.

SMKN 3 Bengkulu Tengah memiliki 4 Jurusan:

1. Agribisnis Ternak Unggas (ATU)

2. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)

3. Multimedia

4. Akutansi dan Keuangan (AK)

SMKN 3 Bengkulu Tengah walaupun gratis tetap mengutamakan kualitas, dengan slogannya 'Kite Gratis Tapi Berkualitas'

Berkualitas dibuktikan dengan:

1. Bangunan Fisik dengan gedung yang megah dan nyaman untuk belajar. Gedungnya lengkap:

a. Ruang kelas yang cukup dan nyaman.

b. Gedung laboratorium komputer

c. Laboratorium IPA. 

d. UKS

e. Kandang Close House Ayam Ras Pedaging

f. Kandang Ayam Petelur

g. Ruang Praktik Siswa RPS Agribisnis Ternak Unggas

h. Lahan Praktik pertanian 2 Hektar

i. Ruang Guru, Ruang Kepala Sekolah dan Ruang Tata Usaha

2. Peralatan untuk Praktik tersedia lengkap, karena pembelajaran kita 70 persen praktik, 30 persen teori

3. Kita memiliki ekstrakurikuler pramuka, silat, rohis, paskibra, silat, tari, kewirausahaan, voli dan futsal

4. Sekolah dengan disiplin ketat masuk jam 7.30 pulang jam 14.00

SMKN 3 Bengkulu Tengah Gratis Sampai Tamat, sudah 4 tahun kami membuktikannya. Disaat orang baru rencana kami sudah 4 tahun membuktikannya. Bukti nyata tanya aja sama alumni kami yang tahun angkatan Ke-2 yang gratis sampai tamat.

Apa saja yang digratiskan?

Semuanya, semuanya gratis

1. Gratis uang komite bulanan

2. Gratis iuran OSIS

3. Gratis uang perpustakaan

4. Gratis uang Praktik Kerja Industri. Magang, kita gratis

5. Gratis uang ujian semester

6. Gratis uang ujian akhir Sekolah

7. Gratis uang Uji Kompetensi Keahlian, UKK

8. Tidak ada Sumbangan apa pun

9. Gratis baju putih Abu-Abu

10. Gratis uang bangunan

11. Intinya sekolah tidak pernah melakukan pungutan

Semua siswa mendapatkan Beasiswa KIP dari pemerintah, semua siswa kita perjuangkan agar dapat beasiswa

SMKN 3 Bengkulu Tengah, telah menamatkan alumni berkualitas yang mampu bekerja di perusahaan

Ada yang lulus di POLRI dan TNI

Banyak juga yang lulus di Perguruan tinggi negeri maupun swasta bagi yang ingin melanjutkan

Semua diraih dengan gratis, tanpa biaya

Mengapa SMKN 3 Bengkulu Tengah mampu gratis?

Karena kami guru yang tulus

SMKN 3 Bengkulu Tengah memiliki guru yang ASN dan PPPK sejumlah 18 orang semuanya sudah mendapat sertifikasi

Ditambah dengan guru honorer dan tenaga TU honorer total jumlahnya adalah 35 orang

Dengan jumlah tenaga 35 orang, layak disebut berkualitas

SMKN 3 Bengkulu Tengah, kite gratis tapi berkualitas karena beberapa menjadi lomba LKS, FL2N dan O2SN di tingkat Provinsi Bengkulu

Informasi pendaftaran siswa baru HP/WA 085379245934 an. Bapak Afrijoni, Kepala Sekolah.

Segera daftarkan diri anda, atau putra-putri Anda

Kami tunggu Anda di kampus hijau SMKN 3 Bengkulu Tengah

Sekolah gratis sampai tamat

Asli gratisnya

#smkbisa

#smkhebat

#sekolahgratis

#smkn3benteng

#smkn3bengkulutengah

#sekolahgratissampaitamat

Kamis, 08 Juli 2021

VIRAL, SMKN 3 BENGKULU TENGAH GRATIS SAMPAI TAMAT


SMKN 3 GRATIS TAPI BERKUALITAS

SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah bangunannya sudah selesai pada tahun 2013. Pada tahun 2013 belum ada siswa yang mendaftar, artinya sekolah tidak digunakan selama 1 tahun. Pada tahun pelajaran 2014/2015 mendaftar siswa sebanyak 20 orang dengan kondisi ada bangunan 3 ruangan belajar, 1 ruang tata usaha dan 1 ruang kepala sekolah. Kepala sekolah telah ada, tetapi guru dan staf tata usaha belum ada. Dengan kondisi seperti ini, maka dikirimlah 6 orang guru dari SMK Negeri 2 Bengkulu Tengah dengan membuka 2 program keahlian, Agribisnis Ternak Unggas dan Akutansi. Pendirian sekolah dengan Surat Keputusan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah nomor 01 tahun 2015 tertanggal 5 Januari 2015 dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional 69896409.

SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah terletak di Desa Talang Tengah, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Memiliki lahan seluas sekitar 2 Ha dan telah memiliki sertifikat tanah milik aset daerah Pemerintah Propinsi Bengkulu.

SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah pada tahun 2021 memilki 1 orang kepala sekolah, 18 orang guru dan 4 orang staf tata usaha. Dari 18 orang guru, 11 adalah guru tetap (ASN) dan 7 orang Guru Tidak Tetap (GTT). Dari 4 orang staf tata usaha, 1 orang kepala tata usaha (ASN) dan 3 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) termasuk juga penjaga sekolah.

Jumlah siswa seluruhnya pada tahun 2020/2021 sebanyak 73 orang siswa, yang terdiri dari program keahlian Agribisnis Ternak Unggas (ATU) 25 orang, Akutansi dan Keuangan 29 orang, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) 7 orang dan Multimedia 12 orang.

      Visi, misi dan tujuan SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.    Visi SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah:

Mewujudkan sekolah yang bermutu dan berstandar  nasional yang dapat melahirkan sumber daya manusia yang handal, beriman, mandiri dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

2.    Misi SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah:

a.    Melaksanakan pembelajaran bermutu sesuai dengan tuntutan IDUKA (Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja).

b.    Melaksanakan unit produksi dan kegiatan ekstrakurikuler yang mampu menghasilkan lulusan yang mandiri.

c.    Menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan profesional.

d.    Menghasilkan lulusan yang beriman dan  berakhlak tinggi.

 

3.    Tujuan SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah:

Berdasarkan Visi dan Misi SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 4 (empat) tahun kedepan sebagai berikut :

a.    Tersedianya ruang belajar dan ruang praktik siswa yang representatif bagi seluruh siswa.

b.    Meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan teknologi yang berbasis multimedia

c.    Mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan potensi sekolah dan lingkungan sekolah

d.    Terciptanya lulusan yang siap pakai, siap bekerja, mandiri dan profesioanal.

e.    Diharapkan lulusan SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah kedepannya dapat di terima di lapangan kerja baik negeri maupun swasta mencapai 50 %, menciptakan lapangan kerja sendiri 30 % dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi 20 %

f.     Meningkatkan minat belajar, gairah kerja dan disiplin seluruh komponen sekolah.

g.    Melaksanakan usaha pada unit produksi yang mampu menjadi wadah praktik bagi siswa untuk latihan berwirausaha dan hasil unit produksi bisa meningkatkan penghasilan warga sekolah

Kinerja SMK Negeri 3 Bengkulu Tengah dilihat dari ketercapaian Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dapat diuraikan sebagai berikut 



















































KRONOLOGIS SEJARAH KEJAHATAN PKI

 *Sejarah Singkat PKI.... Berikut kiriman WA dari pak Ginanjar Kartasasmita ttg PKI:* Assalamu alaikum wr wb.. Bpk/Ibu/Adik2 yg lahir setela...